Matchashop
13 Okt 2026, 23.163x dibaca

ONIC Kalahkan RRQ Hoshi di Royal Derby MPL ID S18, Kiboy Sebut Rivalitas Tak Seperti Dulu

Ditulis oleh Team News

ONIC Kalahkan RRQ Hoshi di Royal Derby MPL ID S18, Kiboy Sebut Rivalitas Tak Seperti Dulu

Pertemuan ONIC Esports dan RRQ Hoshi kembali menjadi sorotan dalam lanjutan MPL Indonesia Season 18. Pada pertandingan leg kedua Royal Derby, Minggu, 11 Oktober 2026, ONIC berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 atas rival klasiknya tersebut.

Hasil ini memperpanjang catatan kemenangan ONIC dalam rangkaian pertemuan yang disebutkan dalam laporan pertandingan. Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi RRQ Hoshi dalam perjuangannya di MPL ID S18, sekaligus menambah panjang pembahasan mengenai persaingan dua organisasi besar Mobile Legends Indonesia.

Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menarik perhatian. Nicky “Kiboy” Fernando, roamer ONIC Esports, turut menyoroti perubahan atmosfer Royal Derby yang menurutnya tidak lagi terasa sepanas era sebelumnya.

ONIC Esports Kembali Unggul dalam Royal Derby

Royal Derby telah lama menjadi salah satu pertandingan yang dinantikan penggemar Mobile Legends: Bang Bang di Indonesia. Pertemuan ONIC Esports dan RRQ Hoshi bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi juga membawa sejarah rivalitas dan kebanggaan bagi masing-masing pendukung.

Pada leg kedua MPL ID S18, ONIC berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Landak Kuning masih mampu mempertahankan keunggulan atas RRQ dalam pertemuan terbaru mereka.

Berdasarkan catatan sembilan pertandingan yang dicantumkan dalam laporan sumber, ONIC memenangkan seluruh pertemuan tersebut. Rangkaian hasil itu mencakup pertandingan regular season dan playoff pada beberapa musim MPL Indonesia.

Meski demikian, catatan historis tersebut sebaiknya dipahami berdasarkan pertandingan yang tercantum, bukan sebagai gambaran lengkap seluruh pertemuan kedua tim sepanjang sejarah MPL.

Kiboy Menilai Atmosfer Royal Derby Telah Berubah

Di balik kemenangan ONIC, komentar Kiboy mengenai Royal Derby menjadi perhatian tersendiri. Ia menilai atmosfer persaingan saat ini terasa berbeda dibandingkan masa lalu.

Menurut gambaran yang disampaikan dalam laporan sumber, pertandingan melawan RRQ kini terasa lebih biasa dibandingkan era ketika rivalitas kedua tim berada pada puncaknya. Perubahan ini dikaitkan dengan regenerasi pemain dan bergantinya susunan skuad di kedua kubu.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa rivalitas esports tidak hanya ditentukan oleh nama besar organisasi. Kehadiran pemain baru, perubahan gaya bermain, serta dinamika kompetisi juga dapat memengaruhi suasana pertandingan yang sebelumnya identik dengan tensi tinggi.

Pernyataan Kiboy pun membuka diskusi menarik di kalangan penggemar: apakah Royal Derby masih memiliki daya tarik emosional yang sama seperti beberapa musim sebelumnya?

Mengenang Era Royal Derby pada MPL ID Season 8 hingga Season 10

Bagi Kiboy, periode MPL ID Season 8 hingga Season 10 menjadi salah satu era yang paling berkesan dalam rivalitas ONIC dan RRQ.

Pada masa tersebut, pertemuan kedua tim tidak hanya dipandang sebagai pertandingan untuk mengumpulkan poin. Ada gengsi organisasi, tekanan mental, dan keinginan kuat untuk mengungguli rival yang membuat setiap pertandingan terasa istimewa.

Atmosfer kompetitif juga diperkuat oleh interaksi antarpemain, termasuk aksi saling menggoda atau taunting yang menjadi bagian dari hiburan esports. Ketika kedua tim memiliki ambisi besar untuk saling mengalahkan, kemenangan atas rival terasa lebih emosional.

Kenangan seperti inilah yang membuat sebagian penggemar membandingkan Royal Derby masa lalu dengan pertandingan saat ini. Bagi mereka, rivalitas bukan hanya soal skor akhir, tetapi juga cerita dan emosi yang terbentuk selama pertandingan.

Regenerasi Pemain Mengubah Dinamika Persaingan

Pergantian pemain merupakan hal yang wajar dalam kompetisi esports profesional. Organisasi perlu menyesuaikan susunan tim berdasarkan kebutuhan strategi, perkembangan pemain, dan target kompetitif.

Namun, regenerasi juga dapat mengubah karakter rivalitas. Ketika pemain yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari persaingan mulai berganti, hubungan antarpemain dan narasi pertandingan ikut berkembang.

Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat atmosfer Royal Derby terasa berbeda bagi pemain yang telah mengalami beberapa era kompetisi.

Meski demikian, perubahan atmosfer tidak serta-merta berarti pertandingan tersebut kehilangan arti. Bagi penggemar, Royal Derby tetap menjadi kesempatan untuk melihat dua organisasi besar beradu strategi dan membuktikan kemampuan di panggung MPL Indonesia.

Bagaimana Peluang RRQ Hoshi Setelah Kekalahan?

Kekalahan 1-2 dari ONIC menjadi hasil yang sulit bagi RRQ Hoshi. Dalam kompetisi sepanjang musim, setiap pertandingan dapat memengaruhi posisi dan peluang tim untuk melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.

Namun, hasil satu pertandingan tidak cukup untuk menggambarkan seluruh kemampuan sebuah tim. Evaluasi strategi, konsistensi performa, dan kemampuan beradaptasi terhadap lawan tetap menjadi faktor penting bagi RRQ dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, ONIC dapat menjadikan kemenangan ini sebagai modal untuk menjaga kepercayaan diri dan konsistensi permainan. Persaingan MPL ID S18 tetap menuntut setiap tim untuk terus berkembang karena hasil pertandingan berikutnya bisa menghadirkan tantangan berbeda.

Untuk perkembangan klasemen dan kepastian peluang playoff, penggemar sebaiknya mengikuti hasil pertandingan serta pengumuman resmi MPL Indonesia.

Royal Derby Tetap Menjadi Bagian Penting MPL Indonesia

Walaupun atmosfernya dinilai berubah oleh Kiboy, Royal Derby tetap memiliki nilai historis dalam perjalanan esports Mobile Legends Indonesia. Pertemuan ONIC dan RRQ telah menjadi bagian dari cerita kompetitif yang diikuti penggemar selama bertahun-tahun.

Dominasi dalam sejumlah pertemuan terbaru menjadi catatan penting bagi ONIC. Di sisi lain, perjalanan RRQ untuk kembali bersaing menunjukkan bahwa rivalitas esports selalu membuka ruang bagi perubahan dan kebangkitan.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah rivalitas tidak hanya diukur dari seberapa panas suasana di atas panggung, tetapi juga dari sejarah, kualitas pertandingan, serta kemampuan kedua tim untuk terus bersaing di level tertinggi.

ONIC Esports berhasil mengalahkan RRQ Hoshi dengan skor 2-1 dalam leg kedua Royal Derby MPL ID S18 pada 11 Oktober 2026. Kemenangan tersebut memperpanjang tren positif ONIC dalam rangkaian pertemuan yang dicantumkan pada laporan sumber.

Di luar hasil pertandingan, Kiboy menilai atmosfer Royal Derby sekarang tidak lagi terasa seperti era MPL ID Season 8 hingga Season 10. Regenerasi pemain dan perubahan dinamika kompetisi menjadi bagian dari pergeseran rivalitas kedua tim.

Meski suasana pertandingan mungkin berubah, Royal Derby tetap menjadi salah satu duel yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Mobile Legends Indonesia. Penggemar kini menantikan bagaimana ONIC dan RRQ melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi berikutnya.

Saluran WhatsApp

Info & promo Matchashop di WhatsApp

Gabung